PROGRAM PEMBINAAN

SISTEM PEMBINAAN BERJENJANG

MAPELLA memiliki sistem pembinaan berjenjang yang diimplementasikan dalam tiga tahapan, yaitu:
1. Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR).
2. Program Pola Pembinaan dan Pengembaraan Anggota Muda.
3. Kursus Pelatih (SUSPLAT).

1. PENDIDIKAN DAN LATIHAN DASAR (DIKLATSAR)

DIKLATSAR MAPELLA adalah tahapan awal proses pembentukan calon anggota. Materi yang diberikan dalam kegiatan ini berupa ilmu dan pengetahuan dasar kegiatan di alam terbuka (teknik-teknik petualangan dan ilmu/pengetahuan dasar tentang: gunung-hutan, panjat tebing, susur gua, susur pantai, ekologi, sosiologi, dll). Pengetahuan lainnya adalah terkait dasar-dasar organisasi dan sikap/perilaku sesuai disiplin dasar yang diterapkan di MAPELLA. DIKLATSAR MAPELLA bertujuan untuk menyiapkan mental, fisik, menumbuhkembangkan jiwa korsa, loyalitas, dedikasi, dan kecintaan terhadap organisasi.

Setelah melalui proses DIKLATSAR dan dinyatakan lulus, anggota baru MAPELLA tersebut, berhak menyandang SLAYER HIJAU dengan status sebagai Anggota Muda.

2. PROGRAM POLA PEMBINAAN DAN PENGEMBARAAN ANGGOTA MUDA
Program Pembinaan Angota Muda
Program Pembinaan Anggota Muda MAPELLA, dilaksanakan dalam rangka mengembangkan ilmu dan pengetahuan anggota sebagai pengembangan lebih lanjut dari materi yang diberikan dalam DIKLATSAR MAPELLA. Baik materi yang berisi tentang kemampuan teknis lapangan (kegiatan di alam terbuka), maupun keorganisasian.

Tujuan dari pelaksanaan program ini, selain diarahkan dalam upaya meningkatkan dan menumbuhkembangkan ilmu dan pengetahuan Anggota Muda terkait kepecintaalaman, juga sebagai upaya lanjutan dari pembentukan karakter sebagai bahan persiapan melaksanakan petualangan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam program pembinaan berjenjang selanjutnya.

Program Pengembaraan
Akhir dari pola pembinaan anggota muda yaitu Program Pengembaraan. Program ini dilaksanakan melalui tahapan pemberian materi, observasi awal, seminar proposal pengembaran, kegiatan lapangan, dan sidang laporan pengembaraan. Program Pengembaraan dalam prakteknya merupakan gabungan pengembangan dari kemampuan teknis kegiatan di alam terbuka (lapangan/petualangan), administrasi dan manajerial.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan intelektual Anggota Muda. Baik dalam melaksanakan penelitian secara terbatas tentang masalah lingkungan hidup, bersosialisasi dengan masyarakat sekitar objek pengembaraan, penguasaan ilmu dan pengetahuan teknik hidup di alam terbuka, teknik-tekik petualangan, serta mampu menuangkan hasil program ini melalui “Laporan Pengembaraan”.

Laporan pengembaraan anggota muda, diuji dalam Sidang Laporan Pengembaraan. Penguji dalam sidang ini terdiri dari perwakilan anggota senior, Ketua MAPELLA/Wakil Ketua/Bidang Operasi, dan pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui objek pengembaraan. Bagi anggota yang dinyatakan lulus berhak menyandang SLAYER ORANYE sebagai simbol peningkatan kualifikasi anggota yang telah memiliki pengalaman dalam melaksanakan pengembaraan, dengan memenej sendiri kegiatan pengembaraan (di bawah bimbingan Dewan Pengurus) dari mulai tahap persiapan dan perencanaan, pelaksanaan, hingga pengakhiran (pelaporan tertulis). Termasuk di dalamnya menggambarkan atau memecahkan masalah-masalah (menyangkut lingkungan hidup) yang ditemukan selama proses penelitian terbatas.

3. KURSUS PELATIH (SUSPLAT)
Dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi DIKLATSAR melalui penyiapan kemampuan personil. SUPLAT dititikberatkan pada upaya peningkatan kecakapan sebagai calon-calon pelatih/pemimpin; seperti manajerial, kemampuan komunikasi, kemampuan administrasi, metode kepelatihan, dan psikologi pendidikan. Hasil penilaian bagi peserta SUSPLAT, dijadikan bahan pertimbangan bagi Ketua Mapella/Dewan Pengurus dalam menyiapkan personil yang memiliki kemampuan sesuai bidangya pada Struktur Komando Latihan (KOLAT) dalam DIKLATSAR.

Peserta SUSPLAT yang dinyatakan lulus, berhak memperoleh NOMOR REGISTRASI PERSONIL/NRP sebagai simbol dari telah tercapainya “KEANGGOTAAN PENUH” yang secara otomatis menghilangkan status sebagai “ANGGOTA MUDA”. Anggota Penuh, berhak menjabat sebagai Komandan Latihan atau staf Komando Latihan lainnya dalam DIKLATSAR MAPELLA serta berhak menduduki jabatan organik.

MISI KEMANUSIAAN

Sebagai wadah tempat beraktifitasnya para peminat petualangan dan pecinta lingkungan), MAPELLA juga memiliki misi kemanusiaan dalam bidang Penanggulangan Bencana dan Search and Rescue (SAR/Pencarian dan Pertolongan). Sejak tahun-tahun awal berjalannya organisasi MAPELLA, pada tahun 1993 MAPELLA mulai menerjunkan personilnya dalam sebuah misi SAR di Gunung Gede Kabupaten Sukabumi.

Hingga akhirnya pada tahun 1999, MAPELLA bahkan bertindak sebagai koordinator sebuah misi penanggulangan bencana alam terbesar pertama yang dilaksanakan oleh KBPA-BR/Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya (sekarang menjadi Forum Komunikasi/FK-KBPA-BR) dimana saat itu MAPELLA menjadi organisasi yang bertindak sebagai Koordinator KBPA-BR, yang mengkoordinir lebih dari 150 organisasi pecinta alam tingkat Umum, SLTA, dan Perguruan Tinggi yang tersebar di Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Misi FK-KBPA-BR ketika itu adalah “Solidaritas untuk Bencana Alam Bengkulu” dengan melaksanakan program penggalangan dana, pendistribusian bantuan berupa barang, dan menerjunkan personil ke lokasi bencana untuk membantu korban bencana gempa tektonik yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan merusak sarana infrastruktur Kota Bengkulu dan sekitarnya itu. Selama menjalankan misi dalam FK-KBPA-BR, Mapella menjadi titik sentral pelaksanaan program latihan, silaturahmi, dan kegiatan kemanusiaan, yang dilaksanakan oleh para anggotanya.

MISI SOSIAL-PEMBANGUNAN NASIONAL
Hakikat dari seluruh proses pendidikan dan pembinaan dalam organisasi MAPELLA adalah terciptanya silaturahmi yang kekal diantara anggota karena status keanggotaan seumur hidup sesuai AD/ART MAPELLA. Dan posisi MAPELLA sebagai bagian pendorong terwujudnya sumber daya manusia yang memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan dan sesama manusia, memiliki daya intelektual tinggi yang ditunjang dengan pengalaman selama proses pembinaan, dan memiliki jiwa Nasionalisme (Pancasilais) dan siap diterjunkan dalam “Medan Operasi” yang sebenarnya, yaitu saat mereka terjun dalam kehidupan sosial yang nyata. Dimana, mereka berkiprah sebagai pengisi pembangunan di segala bidang.

Mapella-Unla
Jl. Karapitan 116 Bandung, Telp 022-4208184
Website: mapella-unla.org – unla.ac.id
FB Group: mapella-unla@group

Leave a Reply

Your email address will not be published.