BERITA

KONGRES IV PECINTA ALAM BANDUNG RAYA, PERSIAPAN MENUJU FORUM NASIONAL

Kongres IV Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya (FK-KBPA-BR), akhirnya rampung membahas agenda-agenda penting sebagai amanat bagi penyelenggaraan organisasi untuk periode 2017-2019. Dalam kongres yang berlangsung sejak tanggal 10-13 November 2017 di Universitas Jenderal Ahmad Yani (Mahatala-Unjani) ini, berhasil dirumuskan beberapa program internal dan eksternal yang salah satunya membawa agenda penting pembentukan forum pecinta alam Indonesia.

Kongres kali ini, berhasil menghadirkan berbagai kalangan dari beragam latar belakang, pelaku sejarah perumusan Kode Etik Pecinta Alam (Indonesia), praktisi organisasi dan kegiatan pecinta alam, pendiri dan pengelola sekolah panjat tebing, praktisi pendidikan berbasis kegiatan alam bebas, praktisi pendidikan dan penelitian bidang kepecintaalaman dan sejumlah sesepuh pecinta alam Bandung Raya. Berbagai kalangan tersebut, menjadi narasumber dalam acara diskusi panel dengan tema re-design sistem pendidikan pecinta alam dengan membahas berbagai isu yang berkaitan dengan metode dan sistem pendidikan ditinjau dari basis organisasi yang beragam.

Dalam diskusi panel yang diselenggarakan pada tangal 10 November 2017, beragam pendapat bermunculan mengenai sistem pendidikan pecinta alam yang diawali dengan penyampaian persoalan-persoalan yang menyangkut musibah yang terjadi dalam pendidikan dasar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Beragam pendapat bermunculan, baik yang menyangkut penerapan sangsi disiplin hingga hal-hal yang terkait penyiapan dokumen-dokumen yang berisi pakta integritas antara komando latihan (kolat)/pelatih dengan siswa, hingga profesionalisme pelatih yang terkait dengan sertifikasi kompetensi.

Sementara itu terkait pembahasan pada komisi-komisi, Kongres IV berhasil menetapkan Statuta, Garis-garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), Pakta Bandung, dan rumusan-rumusan yang menyangkut re-design sistem pendidikan pecinta alam yang dimaksudkan untuk menghasilkan acuan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan pecinta alam yang diharapkan mampu mengantisipasi kelemahan-kelemahan dalam penyelenggaran pendidikan. Baik yang terkait dengan kesiapan siswa maupun pelatih, dari mulai tahapan seleksi hingga pelaksanaan pendidikan dasar dan jenjang pembinaan selanjutnya.

Selain pelaksanaan diskusi panel pada hari pertama yang juga bertujuan sebagai bahan materi yang akan dibahas pada sidang-sidang komisi, kongres kali ini juga diisi dengan diskusi khusus dengan fokus pembahasan pembentukan forum pecinta alam Indonesia (hari ke-2 dan ke-3). Dalam diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh/sesepuh dan perwakilan FK-KBPA-BR, PPA Daerah Istimewa Yogyakarta, pecinta alam Kalimantan Barat, pecinta alam Jakarta, Forum Pecinta Alam Indramayu, dan forum luar negeri (Timor Leste) ini, menyepakati perlunya pembentukan forum tingkat nasional, dalam rangka penguatan ikatan persaudaraan antar-pecinta alam, standarisasi kompetensi pelatih, dan sebagai upaya pengembangan organisasi pecinta alam secara menyeluruh. Namun demikian, kesepakatan mengenai pembentukan forum tingkat Nasional ini disertai dengan sejumlah catatan sebagai bahan rujukan dalam menentukan langkah-langkah teknis dalam upaya pencapaian target pembentukan forum tersebut.

Hasil Kongres akan Disebar ke Berbagai Pihak

Hasil Kongres IV FK-KBPA-BR akan disusun dalam satu bundel data yang rencananya akan disebarkan ke seluruh organisasi Pecinta Alam Bandung Raya, dan segenap undangan khusus (dalam dan luar negeri) serta pihak-pihak lain yang berkaitan (perguruan tinggi dan sekolah-sekolah). Penyebaran hasil kongres ini diharpkan dapat menjadi bahan kajian mengenai pentingnya eksistensi organisasi pecinta alam pada lembaga pendidikan dan untuk dijadikan rujukan dan pertimbangan untuk seluruh komponen pecinta alam (pada tingkat sekolah, perguruan tinggi, dan umum) dalam rangka penguatan program-program antar-organisasi/forum-forum pecinta alam dan sebagai stimulan pendirian forum-forum lokal/regional yang bertugas sebagai penghimpun organisasi-organisasi pecinta alam pada wilayah-wilayah kota/kabupaten/provinsi.

Rencananya bundel data tersebut akan disebarkan dengan dua cara, yaitu penyebaran dokumen tertulis dan dokumen yang disebar melalui internet atau media sosial dengan format pdf. Terkait dengan penyiapan dan penyebaran bundel data hasil kongres IV FK-KBPA-BR ini, dapat menghubungi Ichsan “Keong” Nugroho/panitia pengarah (089655774664).

****HUMAS FK-KBPA-BR
kliik: kbpa.pecntaalam.idfk-kbpa-br

Narasumber Diskusi Panel:

1.Don Hasman (pelaku deklarasi dan perumusan Kode Etik Pecinta Alam Indonesia)
2.Johny Wiro Sableng (TMS7Malang, pelaku deklarasi Kode Etik Pecinta Alam Indonesia)
3.Harry Sulistiarto (Skygers)
4.Herry Hermanu (Skygers)
5.Bayu Tresna (Gideon/SMA 1 Bandung)
6.Toni Dumalang
7.Lody Karua (Mapala-UI)
8.Pieter (Crosser)
9.Piton (Jarambah Tasikmalaya)
10.Rahmat Leuweung
11.Cecep “Bakung” (Sadawana Bandung)
12.Yayat “Lessie” (Jana Buana IMT Cimahi)
13.Salmon (PAMOR UPI)
14.Reksa Enda/Caca (Himpala Itenas/Baedau Petala SMAN 12 Bandung)
15.Uus (UKL Unpad)

Perwakilan Forum/Organisasi Pecinta Alam (undangan khusus):

1.Sekber PPA Daerah Istimewa Yogyakarta
2.Fordik Purwokerto
3.Perwakilan organisasi pecinta alam Sumedang
4.Perwakilan organisasi pecinta alam Pontianak Kalimantan Barat
5.Forum Pecinta Alam Timor Leste
6.FAKTA Purwakarta
7.FKPAT Tasikmalaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.