BERITA

TIM MAPELLA KUMPULKAN DATA AWAL MACAN JAWA MALABAR-PUNTANG

TIM TAPAK GENI III akan segera terjun ke hutan Gn. Haruman guna melengkapi data keberadaan Macan Jawa di kompek pegunungan Malabar. Wilayah yang terdeteksi sebagai habitat yang "aman" adalah di bagian lembah, posisinya tepat di tengah pegunungan. (Sumber gambar: google.earth, diolah, 2015)
TIM TAPAK GENI III akan segera terjun ke hutan Gn. Haruman guna melengkapi data keberadaan Macan Jawa di kompek pegunungan Malabar. Wilayah yang terdeteksi sebagai habitat yang “aman” adalah di bagian lembah, posisinya tepat di tengah pegunungan. (Sumber gambar: google.earth, diolah, 2015)
SALAM RIMBA – Tim Pengembaraan Anggota Muda Mapella,Tapak Geni I dan Tapak Geni II, pada tangal 14 – 17 Mei 2015 kemarin, telah melakukan pendataan awal keberadaan Macan Jawa (Javan Leopard), di wilayah Gunung Malabar 2343 mdpl dan Puntang 2223 mdpl. Tim Tapak Geni I yang mendata di wilayah Cimaung – G. Puntang, mewancarai beberapa tokoh masyarakat, pemburu babi hutan, pengurus LSM Owa Jawa, PGPI, petani, dll. Narasumber dalam program ini adalah berbagai lapisan masyarakat yang berkepentingan, baik dari kalangan pemerintah, seperti kecamatan, desa, Polisi Kehutanan, pihak BKSDA, dll maupun dari kalangan masyarakat umum, termasuk di dalamnya para penggiat organisasi pecinta alam.

Dalam wawancara bersama dengan salah satu pengurus LSM Owa Jawa, pada Kamis (14/05/205) yang ditemui oleh Tim Pengembaraan Tapak Geni di wilayah Cimaung, dijelaskan bahwa keberadaan Macan Jawa baik Macan Tutul maupun Macan Kumbang (hitam) terekam jelas dalam camera trap dan video trap yang mereka pasang di wilayah Gn. Haruman dan Malabar. Pihak Owa Jawa memperkirakan jumlah macan jawa yang berada di tengah-tengak komplek Gunung Malabar; Gunung Puntang, Gunung Haruman, dan Puncak Besar ini berada pada wilayah hutan yang relatif terisolir, tepat berada pada cekungan raksasa pada wilayah lembah diantara komplek Gunung Malabar yang mengitarinya. Kami memperkirakan ada sekitar 7 ekor,” tutur perwakilan Owa Jawa.

Sementara menurut Dadan, salah seorang pengurus PGPI-Puntang, jumlah macan jawa di Gunung Malabar – Puntang adalah 3 ekor. Dalam ev aluasi dan analisa data Tim Pengembaraan Tapak Geni I dan II di Sekretariat Mapella, Kampus Unla, Jl. Karapitan 116 Bandung, tergambar mengenai jumlah antara 3 atau 4 eko, sangat logis mendiami wilayah komplek pegunungan Malabar, mengingat luas hutan yang ada sudah sangat terdesak dengan wilayah penduduk, dan perkebunan yang terus merangsek ke bagian kaki gunung.
“Pada habitat yang rusak, hewan yang hidup solitaire (individual) ini memiliki teritorial kurang-lebih 5 km per segi, sementara untuk habitat yang masih terjaga, satu-satunya kucing besar di Jawa yang terancam punah ini mencapai 10 km per segi,” tutur Ketua Mapella, Hendra “Bogel” Hidayat kepada Humas Mapella.

Hendra juga menjelaskan, jika dihitung dari jarak hutan pada peta maka terlihat bahwa, untuk hidup 4 ekor saja di komplek pegunungan Malabar sangat sulit, karena di bagian Timur, Utara dan Barat (arah menuju Ciwidey – Banjaran, dan Ciparay) sudah rusak, bahkan cenderung semakin gundul, sementara pada cekungan pada lembahan hingga ke arah Selatan (Pangalengan) relatif memiliki kerapatan hutan yang lebih baik dan lebih luas, serta kaya akan sumber air (sungai).

Sementara Tim Tapak Geni II yang terkonsentrasi di hutan Gunung Malabar, berhasil memperoleh data mengenai keberadaan Macan Jawa dari petugas BKSDA setempat, Kepala Desa dan jajaran, pemburu babi hutan, dan anggota Polisi Kehutunan. Di Desa Margamukti, Tim Tapak Geni I memperoleh informasi mengenai keberadaan macan jawa, yang kerapkali mendekati wilayah penduduk, seperti halnya yang terpublikasi melalui youtube, video yang di-upload oleh maslalang berjudul” Ada Macan di Pangalengan”, pada 2012 yang lalu.

Menurut keterangan penduduk setempat, turunya macan ke wilayah penduduk seperti tayangan pada youtube yang menunjukkan adanya macan tutul dan macan kumbang, yang tampak tengah berjemur di atas pipa geotermal di kaki Malabar wilayah Desa Margamukti ini, bukanlah kejadian yang jarang terjadi. “Yang di youtube itu memang benar adanya, mereka memang sering berada di atas pipa geotermal atau sekitar wilayah tersebut, mungkin mencari mangsa mengejar babi hutan yang sering masuk perkebunan. Beberapa waktu lalu kami menemukan 2 ekor anjing yang badanya terpotong dan tercabik-cabih, lalu setelah itu, 1 ekor anjing yang dirantai di pekarangan rumah, mati dengan kondisi yang kurang lebih sama. Dari bekas cakaran pada badan anjing, tampaknya itu akibat serangan macan tutul. Kejadiannya malam hari dan menjelang subuh,” cetus Atang (55) warga Desa Margamukti, Pangalengan.

Ketua Mapella, Hendra “Bogel”, menegaskan bahwa pendataan untuk saat ini adalah bersifat observasi awal. “Untuk tahap awal kami fokus pada hasil wawancara dengan pihak-pihak yang dianggap paling mengetahui situasi dan kondisi di lapangan. Sementara untuk membuktikan keberadaan secara fisik diupayakan melalui pembukaan jalur baru di antara Puncak Malabar ke arah Desa Margamukti, dan dari arah Puncak Puntang ke wilayah Desa Mekarmulya. Pembukaan jalur baru sengaja kami lakukan dengan harapan menemukan sisa-sisa atau bekas peninggalan macan Jawa, seperti bekas cakaran, feces ( kotoran), atau bau urine.

Pada wilayah di puncak Malabar dan punggungan ke arah Desa Margamukti, Tim Tapak Geni I mendeteksi bekas jejak kaki macan jawa. Jejak tersebut telah terdokumentasi melalui rekaman foto dan video diteliti lebih lanjut. “Tim Tapak Geni III selanjutnya akan menelusuri hutan Gunung Haruman dan Puncak Besar, tim ketiga, kata Hendra “Bogel”, sengaja difokuskan di wilayah tersebut agar lebih memperluas area penelitian dengan teknik penelitian dan manajemen perjalanan yang disesuaikan dengan tim pengembaraan sebelumnya.

Pada tahap selanjutnya, lanjut Hendra “Bogel”, penelitian akan dilakukan dengan difokuskan pada wilayah sararan yang benar-benar dianggap terdeketeksi sebagai habitat utama macan jawa di wilayah komplek pegunungan Malabar. Tahap kedua penelitian adalah penemuan jejak, sisa kotoran, bekas cakaran, atau wujud fisik dari macan jawa melalui camera trap. Tim pengembaraan Tapak Geni III akan segera diterjunkan untuk menyisir komplek pegunungan Malabar dari arah Barat (hutan Gunung Haruman) ke Selatan.

“Kami berharap hasil kajian ini dapat bermanfaat untuk berbagai pihak, paling tidak sebagai upaya tegaknya pelaksanaan konservasi pada wilayah hutan komplek pegunungan Malabar,” demikian Hendra.

(Humas Mapella, 2015)

*****

Tim Pengembaraan Tapak Geni I:

Agung (Koordinator Tim), Sadrak “San” Bagau, dan Philip Mirip (anggota), Hendra “Bogel” Hidayat (Ketua Mapella merangkap Ketua Pengawas Latihan).

Tim Pengembaraan Tapak Geni II:

Domingus “Domi” William (Koordinator Tim), M. Ilyas dan Rani (anggota), serta Wanto Jurjaman dan Tedi “Aceng” (Tim Pengawas Latihan)

*****

One thought on “TIM MAPELLA KUMPULKAN DATA AWAL MACAN JAWA MALABAR-PUNTANG

Leave a Reply

Your email address will not be published.