BERITA

PENDIDIKAN DAN LATIHAN DASAR MAPELLA 2015 SIAP DIGELAR!

DESIGN BALIGO DIKLATSAR MAPELLA 2015S A L A M R I M B A ! – Mahasiswa Pecinta Alam Langlangbuana (Mapella) siap menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Angkatan XXIV yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2015. Dalam rangka mempersiapkan kegiatan tersebut, kini telah terbentuk Komando Latihan (Kolat) yang akan mempersiapkan proses penjaringan dan penyaringan calon siswa (calon anggota) melalui beberapa tahapan. Pendaftaran calon siswa, direncanakan ditutup pada 31 Januari mendatang. Dalam kurun waktu masa pendaftaran calon siswa, juga akan dilaksanakan tahapan tes Samapta Jasmani dalam beberapa gelombang, yang akan dilaksanakan di Sarana Olahraga Saparua Bandung.

Menurut Komandan Latihan Diklatsar Mapella, Hedra “Bogel” Hidayat, selain tahapan tes jasmani, juga akan dilaksanakan screening test (saringan masuk calon anggota melalui wawancara) dan keputusan calon siswa akan ditentukan melalui Sidang Pantuhir (Panitia Penentu Akhir), yang melibatkan tim seleksi calon siswa. Mengenai materi yang akan diberikan dalam diklatsar kali ini, tutur Bogel, pada prinsipnya sama seperti diklatsar sebelumnya yang telah dilakukan sejak 1988 lalu.

Konsentrasi Materi

“Materi yang akan kami berikan merupakan gabungan antara teori dan praktek, dimana bobot praktek kurang lebih sebanyak 70 sampai dengan 80 persen. Materi gunung-hutan, seperti teknik pendakian dan survival akan kami berikan dalam diklatsar. Selain itu, materi panjat tebing atau single roof technick (teknik naik-turun tebing dengan menggunakan media tali-temali/satu set peralatan mountaineering) juga akan diperoleh siswa Mapella selama mengikuti diklatsar,” kata Bogel, yang juga Mahasiswa Fakultas Ekonomi,Program Studi Manajemen ini.
Menambahkan Bogel, Adam “Cengos” Hasby Bidang Operasi Diklatsar Mapella, menjelaskan kepada mapella-unla.org, bahwa siswa Diklatsar Mapella juga akan mendapatkan materi teknik penyeberangan basah dan kering serta pengetahuan dasar arung jeram dan caving (susur gua).

Materi yang tidak kalah penting, ditambahkan Indra Yudha Pratama yang berindak sebagai Pengawas Latihan (Waslat), yaitu materi Search and Rescue (SAR). Dijelaskan Indra, materi SAR adalah salah satu materi yang wajib dikuasai oleh anggota Mapella, mengingat wilayah Jawa Barat merupakan wilayah rawan bencana dan longsor, data dari Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Jawa Barat menegaskan bahwa di Jawa Barat terdapat 400 titik lebih daerah rawan bencana dan longsor.

“Belum lagi kondisi geografis Indonesia yang memiliki medan yang bervariasi memungkinkan terjadinya orang hilang atau bencana-bencana yang memerlukan kesiapsiagaan potensi SAR, seperti halnya saat Tim Mapella tergabung dalam Tim Delta dalam Operasi SAR di bawah kendali Badan SAR Nasonal (Basarnas) dalam upaya pencarian korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat belum lama ini. Itulah sebabnya materi SAR dalam Diklatsar Mapella, merupakan salah satu materi yang penting diberikan kepada siswa,” tegas Indra yang merupakan salah seorang anggota Tim Vertical Rescue dalam Operasi Pencarian Korban Pesawat Sukhoi Superjet 100.

Mengenai kesiapan Kolat, Indra menegaskan, saat ini seluruh staf Komando Latihan dalam kondisi “ready to action”. Tahapan program pembinaan berjenjang Mapella telah dilalui oleh seluruh staf Kolat, dari mulai Masa Pengembaraan Anggota Muda, hingga Kursus Pelatih (Susplat) yang merupakan proses pendidikan para calon pelatih sebelum dibentuknya struktur komando latihan dalam rangka melaksanakan program pendidika dan latihan dasar. “Melalui Susplat, kami berkomitmen untuk menyukseskan Diklatsar Angkatan XXIV. Sukses penyelenggaraan Diklatsar, berarti sukses dalam mencetak kader-kader Mapella,” tutur Indra yang mantan Ketua Mapella itu.

Indra juga menjelaskan, moto diklatsar kali ini, sama dengan diklatsar sebelumnya, yaitu Menempa Diri, Berlatih, dan Berpetualang. Menempa diri, berarti siswa diklatsar akan belajar bagaimana mengolah kemampuan dalam dirinya dalam mengatasi situasi-situasi yang memerlukan keuletan, kesabaran, dan kecermatan dalam bertindak. Berlatih, berarti siswa diklatsar akan belajar dan melatih kemampuan intelektual dan teknik-teknik petualangan di alam terbuka. Berpetualang, berarti siswa diklatsar akan melalui berbagai medan, baik hutan, gunung, tebing, dan sungai, dalam rangka penjelajahan dan mengamati keadaan sekitar. (MAPELLA-UNLA.ORG)

Leave a Reply

Your email address will not be published.